GERAKAN LITERASI SEKOLAH (GLS)

Detail Materi

Dinamika Keberlanjutan di Planet Biru
Literasi : Materi 27

Upload Pada Tanggal : 2026-01-23 07:37:06

Selamat Membaca :

Siklus Air: Dinamika Keberlanjutan di Planet Biru

Siklus air atau siklus hidrologi merupakan proses sirkulasi air yang terjadi secara terus-menerus dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi ke atmosfer melalui proses kondensasi, presipitasi, evaporasi, dan transpirasi. Pemanasan global yang terpantau hingga tahun 2026 ini telah mempercepat laju penguapan, yang pada gilirannya mengubah pola curah hujan di berbagai belahan dunia. Memahami literasi sains mengenai siklus ini sangat penting bagi manusia agar dapat memprediksi ketersediaan air bersih serta mengantisipasi bencana alam seperti banjir atau kekeringan ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim.

Secara numerik, distribusi air di Bumi sangat kontras. Sekitar 97% dari total air di planet ini adalah air asin yang berada di samudra, sedangkan sisanya yang hanya 3% merupakan air tawar. Namun, dari jumlah air tawar yang sedikit tersebut, sekitar 69% terjebak dalam bentuk gletser dan es di kutub. Artinya, kurang dari 1% dari total air di Bumi yang benar-benar tersedia dalam bentuk air permukaan (sungai dan danau) atau air tanah yang dapat diakses langsung untuk kebutuhan konsumsi manusia, pertanian, dan industri.

Manajemen sumber daya air yang efektif memerlukan kemampuan literasi dan numerasi yang seimbang. Dengan menghitung volume ketersediaan air terhadap jumlah penduduk, kita dapat menentukan "indeks kelangkaan air" suatu wilayah. Di tahun 2026, penggunaan teknologi sensor pintar mulai masif digunakan untuk menghitung debit air secara real-time. Melalui data angka tersebut, masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam mengonsumsi air, karena setiap tetes yang terbuang secara numerik akan berdampak pada ketersediaan cadangan air bagi generasi masa depan.